Fakultas Teknik Kembali Selenggarakan Workshop Akreditasi Internasional

0
335

Bertempat di Ruang Prof Soedartono Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, pagi ini (Kamis, 21 November 2019) Fakultas Teknik menyelenggarakan kembali Workshop Akreditasi Internasional dengan fokus pembahasan ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) dan IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Dalam acara tersebut, Fakultas Teknik berkesempatan mengundang Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber.

Mewakili Dekan Fakultas Teknik, Dr.-Ing. Dhidik Prastiyanto, S.T., M.T selaku Wakil Dekan Bidang Akademik membuka jalannya acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong prodi-prodi yang ada untuk berorientasi pada akreditasi internasional sesuai dengan visi dan misi Universitas Negeri Semarang.

Memasuki acara inti, Ketua Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Teknik, Wahyudi, S.Pd., M.Eng memoderatori jalannya acaranya. Hal awal yang dijelaskan oleh Bapak Waziz selaku narasumber berkaitan dengan apa itu Washington Accord (WA), Outcome Based Education (OBE), ABET, dan IABEE. “Pada dasarnya, untuk dapat memperoleh akreditasi internasional maka kurikulum yang digunakan harus disesuaikan dengan Outcome Based Education (OBE)”

Bapak Waziz juga menjelaskan bahwa IABEE saat ini sudah menjadi Provisional Signatories dari Washington Accord (WA) sehingga kedepannya jika sudah menjadi member utama di WA, kedudukan IABEE akan setara dengan ABET yang bermarkas di Amerika Serikat. Berdasarkan kondisi inilah, maka program studi yang ada di berbagai perguruan tinggi tanah air jika akan mengajukan akreditasi internasional ABET, maka akan diarahkan untuk ke IABEE.

Pada kesempatan ini pula, Bapak Waziz merinci beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan akreditasi IABEE, diantaranya unsur (1) Student; (2) Program Educational Objectives; (3) Student Outcomes; (4) Continuous Improvement; (5) Curriculum; (6) Faculty Member; (7) Facilities; dan (8) Institutional Support. “Berbagai manfaat dapat dirasakan alumni jika prodinya sudah terakreditasi internasional misalkan ABET atau IABEE, maka alumni tersebut akan diakui oleh lembaga atau institusi yang tergabung dalam Washington Accord (WA)”, ungkap Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here